Dari Sulawesi Tengah ke Royal
Liem Oei Ping lahir di Paleleh, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Ia tiba di Serang pada tahun 1962, jauh dari tempat ia dibesarkan, dan memulai dari yang paling kecil: sebuah warung kelontong.2
Lima tahun kemudian, pada 1967, warung itu berkembang menjadi toko kelontong sekaligus pakaian di kawasan Royal. Modalnya tidak besar. Ia mengajukan pinjaman sepuluh juta rupiah dan hanya menerima tiga juta. Dari angka itulah Toko Krakatau dimulai.1
Royal pada masa itu adalah pusat perdagangan Kota Serang. Toko-toko berjejer, orang datang dari seluruh Banten untuk berbelanja. Sebagian besar toko dari zaman itu sudah tidak ada. Krakatau masih ada.
Kenapa harus barang asli
Ada satu keputusan yang menentukan arah toko ini sampai sekarang. Suatu kali Liem Oei Ping menebus satu celana Levi’s seharga satu juta rupiah, padahal harga pasar waktu itu sekitar dua ratus ribu.1
Secara hitungan dagang itu tidak masuk akal. Tetapi maksudnya bukan untung dari satu celana. Maksudnya supaya orang Serang tahu bahwa di toko ini barangnya asli, dan tidak perlu pergi ke Jakarta untuk mendapatkannya.
Prinsip itu tidak berubah. Merek yang kami bawa hari ini sebagian sama dengan yang kami bawa puluhan tahun lalu, karena pelanggan lama tahu betul bedanya barang asli dan bukan — dan mereka yang paling cepat tahu kalau kami menurunkan standar.
Nama “Krakatau” diambil dari gunung di Selat Sunda, di antara Sumatera dan Jawa — gunung yang paling dikenal orang dari daerah ini. Sebuah nama yang besar untuk sebuah toko yang dimulai dengan modal tiga juta rupiah.
Toko yang tidak pernah libur
Pusat belanja modern datang dan pergi di Kota Serang. Toko Krakatau tetap buka setiap hari, termasuk hari libur, dari pagi sampai malam.3
Yang bertambah adalah pekerjaannya. Di bagian belakang toko ada penjahit, jadi celana yang kepanjangan atau seragam yang kebesaran bisa langsung diperbaiki — sebagian besar selesai sambil ditunggu. Nama bisa dibordir langsung pada seragam sekolah, dan nametag dicetak di tempat. Banyak pelanggan datang justru karena itu: baju tidak perlu dibawa ke tempat lain dulu supaya pas.
Pada 26 Desember 2025, kawasan Royal dibuka kembali sebagai Royal Baroe. Krakatau ikut membuka pintu bersama toko-toko lama lain di kawasan yang sama.
Rumah Hutan dan puisi di atas kayu
Di luar urusan dagang, Liem Oei Ping membangun Rumah Hutan di Kampung Cidampit, Bojong, Taktakan, Serang — sebuah tempat konservasi, wisata edukasi, dan ketahanan pangan. Tanahnya ia beli pada 2005; bangunannya mulai berdiri sejak 2015.2
Di sana ia menuliskan puisi-puisinya pada papan kayu, dinding, dan batu di antara pohon durian. Isinya soal ekologi, pendidikan, pembentukan karakter, dan nilai-nilai yang berlaku di mana saja.2
Dua hal yang kelihatannya tidak berhubungan — sebuah toko pakaian di tengah kota dan sebuah hutan di pinggirannya — tetapi keduanya dikerjakan dengan cara yang sama: pelan, lama, dan tidak untuk dijual cepat.
Garis waktu
Tiba di Serang dari Paleleh, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
Toko Krakatau dibuka di Royal — kelontong dan pakaian dalam satu ruang, dengan modal pinjaman Rp3 juta dari Rp10 juta yang diajukan.
Bertaruh pada barang asli. Satu celana Levi’s ditebus Rp1 juta ketika harga pasar sekitar Rp200 ribu, supaya orang tahu toko ini menjual yang asli.
Tanah Rumah Hutan dibeli di Cidampit, Taktakan. Pembangunannya dimulai sepuluh tahun kemudian.
Royal Baroe dibuka kembali pada 26 Desember, dan Krakatau ikut membuka pintu di kawasan yang sama.
“Saya ini cuma orang kecil yang berusaha bertahan, tapi saya tidak mau menyerah.”
Toko Krakatau dalam angka
Sumber pemberitaan
Tahun, angka, dan kutipan di halaman ini diambil dari liputan media yang sudah terbit, bukan dari ingatan kami sendiri. Berikut sumbernya, supaya bisa diperiksa langsung.
-
Radar Banten 17 September 2019Liem Oei Ping, Pemilik Toko Krakatau di Royal, Kota Serang: Puluhan Tahun Berusaha, Toko Tidak Pernah Libur Sumber untuk tahun berdiri, modal pinjaman Rp3 juta, dan kisah celana Levi’s.
-
BantenNews 6 April 2025 · Sulaiman DjayaSosok Liem Oei Ping: Bisnis, Akulturasi hingga Puisi Sumber untuk kedatangan ke Serang tahun 1962 dan Rumah Hutan di Cidampit.
-
BantenNews 13 April 2025Kisah Krakatau Royal Kota Serang yang Tak Lekang oleh Zaman Sumber untuk keadaan toko hari ini dan kutipan pendiri.